Keindahan Istana Kaisar
Ada sebuah negeri di Timur jauh yang disebut Negeri Matahari Terbit. Negeri ini dipimpin oleh seorang kaisar. Istana negeri itu dihiasi sebuah taman yang amat molek. Suatu hari, seperti biasa, kaisar berjalan-jalan di taman. Tapi keindahan tamannya tiba-tiba nampak bercela. Sebatang pohon prem dekat tembok meranggas. Apakah pohon itu akan mati?
Bergegas kaisar mendekati tempat itu. Dirabanya salah satu rantingnya. Ranting itu patah di tangannya! Ranting itu kering dan getas. Pohon prem itu harus segera ditebang. Sebab akan mengotori pemandangan. Tetapi tanpa pohon itu, susunan keindahan tamannya tidak akan sempurna lagi.
Kejadian di taman membuat hati kaisar tidak tenang. Ia lalu mengurung diri dalam kamar. Merenung dan menyesali diri. Hatinya galau. Kaisar pun jatuh sakit. Para punggawa istana disebar, melongok setiap taman atau kebun di negeri itu. Mencoba mencari pohon prem yang serupa pohon prem taman istana yang mati. Akhirnya ditemukan juga pohon yang dicari itu. Tumbuh di kebun seorang pelukis bernama Ukiyo.
Punggawa istana itu mengutarakan maksudnya. Paparnya,”Maaf Pak Pelukis, pohon prem ini harus segera dipindah ke taman istana. Beliau kerjanya hanya bermuram durja. Bahkan kini kesehatan beliau memburuk. Jika beliau sakit,pasti urusan pemerintahan kacau.
Ukiyo manggut-manggut, memahami keadaan itu. Kesehatan jiwa dan jasmani Sang Kaisar hanya bisa disembuhkan dengan pohon prem itu. Tetapi, Ukiyo dan istrinya Tanka, serta anak lelakinya Musuko, merasa amat sedih juga. Sebab Ukiyo gemar melukis pohon itu beserta kembang-kembangnya. Tanka banyak memperoleh ilham menulis sajak-sajaknya saat ia berada di keteduhan pohon prem itu, dan lebih dari itu, pohon prem itu tempat bertengger teman Musuko, seekor burung bulbul.
Tetapi Ukiyo sadar, ia harus menyerahkan pohon prem itu demi ketentraman negeri. Maka ia meminta waktu memiliki pohon prem itu semalam lagi saja.Esok harinya, pohon prem itu digali. Dan ketika pohon itu sudah tergolek di atas gerobak, dan siap diberangkatkan, Musuko menghampiri seorang punggawa. Ia minta izin menggantungkan sebuah gulungan kertas pada salah satu dahannya.
Pohon prem itu kemudian ditanam di taman istana. Nampak taman itu kini menjadi sempurna kembali. Kaisar kembali memperoleh kegembiraan. Kesehatannya berangsur pulih. Dan suatu hari, ketika Kaisar mengamati pohon itu lebih seksama, nampak olehnya gulungan kertas kecil itu. Kaisar memungutnya. Membukanya dan nampak olehnya gulungan kertas kecil itu. Kaisar memungutnya. Membukanya dan nampak olehnya sebuah lukisan ranting pohon, dihinggapi seekor burung bulbul. Dibawah gambar itu ada selarik sajak:
“Bila senja telah tiba saat bulbul terbang pulang, apa yang harus hamba katakan padanya ?”
Beberapa saat lamanya Kaisar berdiri di bawah pohon prem. Benaknya dipenuhi berbagai macam pertanyaan. Lalu ia menyuruh utusan memanggil Ukiyo, Tanka, dan Musuko. Setelah
Minggu, 14 Maret 2010
Keidahan Istana Kaisar
Diposting oleh Lutfia Vina Y di 09.40
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)
Selamat Datang !suatu kebanggaan dan kebahagian bagi saya atas kunjungan anda diblog saya ini. jangan lupa untuk mengunjungi blog ini kembali di alamat ebbelytobbely.blogspot.com ditunggu kunjungan berikutnya, Terimakasih














0 komentar:
Posting Komentar